Rabu, 15 Desember 2010

INTEGRASI KEBUDAYAAN

BAB I
PEMBAHASAN
A.   INTEGRASI KEBUDAYAAN
1.      Integrasi sosial
        Integrasi bersal dari bahasa inggris “integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi bias diartikan juga sebagai suatu keadaandimana suatu kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersifat konformitas trehadap kebudayaan mayoritas masyarakat dan masih mempertahankan kebudayaan masing- masing . integrasi mempunyai 2 pengertian, yaitu:
*      Pengendalian terhadap konflik dan pinyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial dalam suatu sistem sosial tertentu.
*      Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur- unsur tertentu.
            Sedangkan integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur- unsur sosial atau kemasyarakatan. Suatu integrasi social diperlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai macam tantangan. Baik berupa tantangan fisik dan konflik yang trjadi secara sosial budaya. Menurut para penganut funsionalisme stuktur sistem social senantiasa terintegrasi diatas 2 landasan berikkut :
*      Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi diatas tumbuhnya konsesnus (kesepakatan) diantara  bagian sebagianberanggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat pundamental (mendasar).
                                                                                                                                                                                                          
*      Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus manjadi anggota dalam berbagai satu kesatuan sosial (cross-cutting affilinantion).setiap konflik yang terjadi diantara kesatuan social dengan kesatuan social lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitasganda dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan social .
        Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat terintegrasi atas paksaan dan karena adanya saling ketergantungan diantara berbagai kelompok. Integrasi akan terbentuk apabila sebagian masyarakat memiliki kesepakatan batas-batas tretorial, nilai-nilai, norma-norma dan peranata- peranata sosial.  


2.      Integrasi kebudayaan luar untuk meningkatkan budaya sendiri melalui komunitas global

        Kebudayaan tidak pernah mempunyai bentuk yng abadi, tetapi terus menerus berganti-gantinya alam dan jaman. Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Kebudayaan sifatnya bermacam-macam :
*     Bersifat tertib
*     Bersifat indah berpaedah
*     Bersifat luhur
*     Bersfat memberi rasa damai
*     Bersifat senang
*     Bersifat bahagia; dll                                                                                                           
Kebudayaan dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1.      Hidup kebatinan manusia, yaitu yang menimbulkan tertib damainya hidup masyarakat dengan adat-istiadatnya yang halus dan indah, tertib damainya pemerintahan negeri, tertib damainya agama atau ilmu kebatinan dan kesusilaan.
2.      Angan-angan manusia, yaitu yang dapat menimbulkan keluhuran bahasa, kesusastraan dan kesusilaan.
3.      Kepandaian manusia, yaitu yang menimbulkan macam-macam kepandaian tentang perusahaan tanah, perniagaan, kerajinan, pelayaran, hubungan lalulintas, kesenian yang berjenis- jenis, semuanya bersifat indah.
Kebudayaan adalah asfek yang sangat penting bagi suatu bangsa. Karena kebudayaan merupakan jati diri dari bangsa itu sendiri.
        Seorang pakar kebudayaan yang bernama Frans Magnis Susono dalam bukunya “Filsafat kebudayaan politik” membedakan tiga macam kebudayaan barat modern yaitu :
1.      Kebudayaan teknologi modern
        Kebudayaan teknologi modern itu kontradiktif. Dalam arti tertentu dia bebas nilai, netral dan bebas dipakai atau tidak.
2.      Kebudayaan tiruan
        Kebudayaan modern tiruan itu terwujud dalam lingkungan yang tampaknya mencerminkan
 Kegerlapan tegnologi tinggi dan kemoderenan,tetapi hanya mencakup pemilikan simbol-simbol lahiriah saja, contohnya : lapangan terbang internasional, supermarket, mall dan Kentucky fried chicken (KFC).
3.      Kebudayaan-kebudayaan barata
        Kita keliru apabila budaya blastern kita samakan dengan kebudayaan barat modern, kebudayaan balstern itu memang produk kabudayaan barat,tetapi bukan hatinya, bukan pusatnya dan bukan kunci pasilitasnya. Ia mengancam kebudayaan barat, seperti ia mengancam kebudayaan lain, akan tetappi ia belum mencaploknya.
        Mochtar lubis menyampaikan bahwa kondisi budaya kita saat ini ditandai secara dominan oleh cirri yaitu:
1.      Kontradiksi gawat antara asumsi dan pretense moral budaya pancasila dengan kenyataan
2.      Kemunafikan
3.      Lemahnya kereatifitas
4.      Etos kerja brengsek
5.      Neo-feodalisme
6.      Budaya melayu telah sirna
        Komunitas global sebagai sarana untuk integrasi budaya luar mempunyai peran yang sangat penting dalam proses memperkenalkan budaya asing kepada Negara lain.  Memberikan opini atau ide-ide untuk bertukar informasi mengenai budaya yang ber kembang dinegara masinag-masing.
B.   WUJUD DAN KOMPONEN
1.      Wujud
        Menurut j.j Hoenigman, wujud kebudayaan ini dibedakan menjadi tiga yaitu: gagasan, aktivitas dan artevak.
*     Gagasan (wujud ideal)
        Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang terbentuk dari kumpulan ida-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma peraturan dan sebagainya yang bersifat abstrak. Tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan itu terletak didalam kepala-kepala atau didalam p[emikiran warga masyarakat
*     Aktivitas (tindakan)
        Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud ini sering juga disebut sebagai sistem sosial. Sistem social ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berintraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia liannya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diamati dan didokumentasikan.
*     Artevak (karya)
        Artevak adalah kebudayaan fisik yang berupa hasil aktivitas, perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret daripada ketiga wujud kebudayaan.
2.      Komponen
        Berdasarkan wujudnya kebudayaan dapat dibedakan menjadi dua komponen utama yaitu :

*     Kebudayaan material
        Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyatadan konkret. Yang termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari siatu penggalian arkeologi. Contohnya : mankok tanah liat, perhiasan, senjata dan barang-barang sejarah lainnya.
*     Kebudayaan nonmaterial
        Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari genersi kegenerasi, contohnya berupa dongeng,cerita rakyat dan lagu/tarian tradisional.

C.   SISTEM NILAI BUDAYA
      Koentadjaningrat menyatakan bahwa sistem nilai budaya terdiri dari konsep-konsep yang dalam pikiran sebagian besar masyarakat. Sistem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuasn manusia.
                Haryati Soebadio, seorang ahli kebudayaan, memberikan deskripsi kerja tentang sistem nilai budaya sebagai nilai gagasan utama. Lebih lanjut Haryati Soebadio mengatakan bahwa sistem nilai dan gagasan itu dihayati benar-benar oleh pendukukung budaya bersangkutan dalam kurun waktu tertentu. Akibatnya, sistem nilai dan gagasan itu dapat mendominasi keseluruhan kehidupan para pendukungnya, dalam arti mengarahkan tingkah laku mereka didalam masyarakat. Memang dapat dikatakan pula. bahwa sistem nilai dan gagasan utama itu memberi pola untuk bertingkah laku dalam masyarakatnya, atau dengan kata lain memberikan seperangkat model untuk bertingkah laku.
Hubungan Antara komponen-komponen Kebudayaan
Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain:
1.     Peralatan dan Perlengkapan Hidup (Teknologi)
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:
*       alat-alat produktif
*       senjata
*       wadah
*       alat-alat menyalakan api
*       makanan
*       pakaian
*       tempat berlindung dan perumahan
*       alat-alat transportasi
2.     Sistem Mata Pencaharian Hidup
: Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya
*       berburu dan meramu
*       beternak
*       bercocok tanam di ladang
*       menangkap ikan 
3.     Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh masyarakat. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti, keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral.
Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
4.     Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
5.     Kesenian
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.
6.     Sistem Kepercayaan
Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut: .. “…sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati”. Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi.

7.     Sistem pengetahuan
*     Terdiri dari : pengetahuan tentang alam sekitar;
*      Pengetahuan tentang alam flora;
*      Pengetahuan mengenai zat-zat dan bahan mentah;
*      Pengetahuan tentang tubuh manusia;
*      Pengetahuan mengenai kelakuan sesama manusia;
*      Pengetahuan tentang ruang;
*      Waktu, dan;
*      Bilangan
D.   ISI KEBUDAYAAN
Isi kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan didalam masyarakat yang member jiwa kipada masyarakat itu sendiri. Yaitu yang berupa :
1.      Sistem pengetahuan;
*     Terdiri dari : pengetahuan tentang alam sekitar;
*      Pengetahuan tentang alam flora;
*      Pengetahuan mengenai zat-zat dan bahan mentah;
*      Pengetahuan tentang tubuh manusia;
*      Pengetahuan mengenai kelakuan sesama manusia;
*      Pengetahuan tentang ruang, dan;
*      Waktu,
Untuk memperoleh pengetahuan tersebut  ada tiga cara yang harus dilakukan manusia, yaitu :
*     Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial;
*     Melalui pendidikan formal/resmi disekolah
*     Melalui petunjuk-petunjuk simbolik.

2.      Nilai-nilai;
Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan dan dianggap penting oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Didalam pengetahuan bahwa sesuatu yang dikatakan bernilai apabila berguna dan berharga (nilai kebenaran), indah (nilai estetika), baik (nilai moral/etis) dan religious (nilai agama).
3.      Pandangan hidup;
Pandangan hidup adalah pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat  dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. Didalamnya terkandung konsep nilai kehidupan yang dicata-citakan oleh suatu masyarakat.
4.      Kepercayaan;
Manusia yang menghambakan diri kepada sang pencipta, yaitu dimensi lain yang diluar diri dan lingkungannya, yang dianggap mampu untuk mengendalikan hidup manusia. Hal ini mendoronga manusia agar meyakini bahwa hanya yang maha tinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan.
5.      Persepsi;
Persepsi atau sudut pandang adalah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan.
Persepsi terdiri dari:
*     Persepsi sensorik (terjadi tanpa menggunakan panca indra)
*     Persepsi telepati (pengetahuan mental individu)
*     Persepsi clairvoyance (kemampuan melihat pristiwa yang jauh)

6.      Etos kerja.
Etos atau jiwa kebudayaan (antropologi) berasal dari bahasa inggris berarti watak khas. Yang sering tampak pada perilaku masyarakat, misalnya kegemaran masyarakat serta berbagai benda hasil karya mereka, dilihat oleh warga/orang asing. Contohnya, kebudayaan orang batak dilihat oleh orang jawa, sebagai orng yang agresif, kasar, kurang sopan, tegas, konsekuen dan berbicara apa adanya, dan begitupula hal yang terjadi sebaliknya.



BAB II
KESIMPULAN
        manusia adalah individu yang terdiri dari jasad dan roh dan mahkluk yang paling sempurna paling tinggi derajatnya, dan menjadi khalifah di permukaan bumi. Manusia adalah satu-satunya makhlik yang berbudaya. Kebudayaan bisa didevinisikan sebagai sistem terintegrasi dimayarakat yang berkaitan dengan nilai, kepercayaan, prilaku dan artevak. Dalam sejarah kebudayaan inilah yang membedakan antara manusia dan komunitas yang satu dengan yang lainnya.
Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna
bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna
bagi kehidupan manusia.
       







DAFTAR PUSTAKA
Barker,  jwm. 1999. “filsafat   kebudayaan,  sebuah  pengantar”; penerbit  kanisius; Yogyakarta\
Dewantara,   Ki  Hajar . 1994 . ”kebudayaan penerbit  majelis  luhur  persatuan  taman  siswa ; Yogyakarta.  
Sarjono.  Agus R (Editor). “ Pembebasan  Budaya  kita “. Penerbit   PT  Gramedia   pustaka  
Utama:  Jakarta .  suseno, Franz  Magnis . 1992. “Filsaffat   kebudayaan  politik “. Penerbit  Gramedia  pustaka  utama ;  Jakarta. 

                                                                                                          



7 unsur kebudayaan pada masa era reformasi


1.PENDAHULUAN
Akhir-akhir ini kita melihat bahwa kesadaran kemanusiaan mengalami penurunan. Konformisme pada perilaku kolektif mendominasi kehidupan sehari-hari. Kekasaran, kekerasan, kebrutalan, dan sadisme terus terjadi. Seolah-olah bangsa ini sedang melakukan berbagai eksperimen dalam berperilaku. Perubahan yang demikian drastis sejak terjadinya krisis ekonomi1997, yang berkembang menjadi krisis multidemensi termasuk di dalamnya sosial budaya, membuat suatu pilihan tentang apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Pilihan dimaksud adalah reformasi, transformasi atau deformasi.
Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
2.PEMBAHASAN
  Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie.

Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Garis waktu

 22 Januari 1998 Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya.

12 Februari Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.

 10 Maret Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali dengan menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.

 4 MeiHarga BBM meroket 71%, disusul 3 hari kerusuhan di Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal.

 8 Mei Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh.

 9 Mei Soeharto berangkat seminggu ke Mesir.

 12 Mei Tragedi Trisakti, 4 Mahasiswa Trisakti terbunuh.

 13 Mei Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. Kerusuhan juga terjadi di kota Solo.Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
o Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.

 14 Mei Demonstrasi terus bertambah besar hampir di seluruh kota-kota di Indonesia, demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.

 18 Mei Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko, meminta Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai presiden. Jenderal Wiranto mengatakan bahwa pernyataan Harmoko tidak mempunyai dasar hukum; Wiranto mengusulkan pembentukan "Dewan Reformasi". Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ, Forum Kota, UI dan HMI MPO memasuki halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR

Mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR
Mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR

 19 Mei Soeharto berbicara di TV, menyatakan dia tidak akan turun dari jabatannya, tetapi menjanjikan pemilu baru akan dilaksanakan secepatnya. Beberapa tokoh Muslim, termasuk Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid, bertemu dengan Soeharto. Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, Jakarta. Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga, Surabaya.

 20 Mei Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas, setelah 80.000 tentara bersiaga di kawasan Monas.500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan Hamengkubuwono X. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta, Medan, Bandung. Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22 Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru Sebelas menteri kabinet mengundurkan diri, termasuk Ginandjar Kartasasmita, milyuner kayu Bob Hasan, dan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin.

Pernyataan pengunduran diri
Pernyataan pengunduran diri

 21 Mei Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia. Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden.
o Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional.

 22 Mei Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi". Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad. Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya

Habibie

Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.

Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999.

Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.

GusDur

Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999), partai PDI-P pimpinan Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi presiden. Abdurrahman Wahid, pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu, terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil presiden.

Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.

Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan meminta Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi. Di bawah tekanan yang besar, Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri.

Melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, Megawati secara resmi diumumkan menjadi Presiden Indonesia ke-5.

Megawati

Megawati dilantik di tengah harapan akan membawa perubahan kepada Indonesia karena merupakan putri presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Meski ekonomi Indonesia mengalami banyak perbaikan, seperti nilai mata tukar rupiah yang lebih stabil, namun Indonesia pada masa pemerintahannya tetap tidak menunjukkan perubahan yang berarti dalam bidang-bidang lain.

Popularitas Megawati yang awalnya tinggi di mata masyarakat Indonesia, menurun seiring dengan waktu. Hal ini ditambah dengan sikapnya yang jarang berkomunikasi dengan masyarakat sehingga mungkin membuatnya dianggap sebagai pemimpin yang 'dingin'.

Megawati menyatakan pemerintahannya berhasil dalam memulihkan ekonomi Indonesia, dan pada 2004, maju ke Pemilu 2004 dengan harapan untuk mempertahankan kekuasaannya sebagai presiden.

Pada tahun 2004, Indonesia menyelenggarakan pemilu presiden secara langsung pertamanya. Ujian berat dihadapi Megawati untuk membuktikan bahwa dirinya masih bisa diterima mayoritas penduduk Indonesia. Dalam kampanye, seorang calon dari partai baru bernama Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, muncul sebagai saingan yang hebat baginya.

Partai Demokrat yang sebelumnya kurang dikenal, menarik perhatian masyarakat dengan pimpinannya, Yudhoyono, yang karismatik dan menjanjikan perubahan kepada Indonesia. Karisma Yudhoyono berhasil menarik hati mayoritas pemilih dan Demokrat memenangkan pemilu legislatif pada awal 2004, yang diikuti kemenangan Yudhoyono pada pemilihan presiden.

Dilihat dari 7 unsur universal kebudayaan, maka kondisi sosial budaya dari reformasi sampai saat ini adalah sebagai berikut :

a.Bahasa
sampai saat Indonesia masih konsisten dalam bahasa yaitu bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa-bahasa daerah merupakan kekayaan plural yang dimiliki bangsa Indonesia sejak jaman nenek moyang kita. Bahasa asing (Inggris) belum terlihat popular dalam penggunaan sehari-hari, paling pada saat seminar, atau kegiatan ceramah formal diselingi denga bahasa Inggris sekedar untuk menyampaikan kepada audien kalau penceramah mengerti akan bahasa Inggris.

b. Sistem teknologi
perkembangan yang sangat menyolok adalah teknologi informatika. Dengan perkembangan teknologi ini tidak ada lagi batas waktu dan negara pada saat ini, apapun kejadiannya di satu negara dapat langsung dilihat di negara lain melalui televisi, internet atau sarana lain dalam bidang informatika.

c. Sistem mata pencarian hidup/ekonomi
Kondisi pereko-nomian Indonesia saat ini masih dalam situasi krisis, yang diakibatkan oleh tidak kuatnya fundamental ekonomi pada era orde baru. Kemajuan perekonomian pada waktu itu hanya merupakan fatamorgana, karena adanya utang jangka pendek dari investor asing yang menopang perekonomian Indonesia.

d. Organisasi Sosial.
 Bermunculannya organisasi sosial yang berkedok pada agama (FPI, JI, MMI, Organisasi Aliran Islam/Mahdi), Etnis (FBR, Laskar Melayu) dan Ras.

e. Sistem Pengetahuan.
 Dengan adanya LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) diharapkan perkembangan pengetahuan Indonesia akan terus berkembang sejalan dengan era globalisasi.

f. Religi
 Munculnya aliran-aliran lain dari satu agama yang menurut pandangan umum bertentangan dengan agama aslinya. Misalnya : aliran Ahmadiyah, aliran yang berkembang di Sulawesi Tengah (Mahdi), NTB dan lain-lain.

g. Kesenian.
 Dominasi kesenian saat ini adalah seni suara dan seni akting (film, sinetron). Seni tari yang dulu hampir setiap hari dapat kita saksikan sekarang sudah mulai pudar, apalagi seni yang berbau kedaerahan. Kejayaan kembali wayang kulit pada tahun 1995 – 1996 yang dapat kita nikmati setiap malam minggu, sekarang sudah tidak ada lagi. Seni lawak model Srimulat sudah tergeser dengan model Extravagansa. Untuk kesenian nampaknya paling dinamis perkembangannya.
3.KESIMPULAN
Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa. Pada hakekatnya reformasi adalah pilihan utama rakyat Indonesia, hal ini terjadi karena terfokusnya elit politik pada era orde baru, sehingga masyarakat dengan dipelopori oleh kalangan kampus (mahasiswa) merubah tatanan yang tidak semestinya dilakukan, dengan memformulasikan aturan-aturan baru, dengan memegang pada nilai-nilai lama yang diharapkan dapat mengentaskan Indonesia dari keterpurukannya. Kadang-kadang apa yang dilakukan oleh masyarakat karena harapannya ingin cepat mencapai hasil, maka tanpa disadari apa yang terjadi adalah merupakan transformasi.Yang lebih parah lagi adalah apa yang kenyataannya terjadi pada lapisan masyarakat pada awal reformasi, tindakan kekerasan baik berupa perkosaan terhadap etnis cina, penjarahan mal-mal disertai dengan pembakaran, kerusuhan massa yang terjadi di Jakarta, Solo, Semarang, sampai dengan mengarahnya pada kondisi disintegrasi di Aceh, Papua, Maluku/Ambon, karena munculnya gerakan separatisme bersenjata. Yang kalau kita lihat kenyataan di atas merupakan deformasi.
Respon masyarakat terhadap perubahan budaya sangat tergantung kemampuan masyarakat itu sendiri dalam menanggapi perubahan.
 • Unsur kebudayaan asing yang membawa manfaat besar bagi manusia mudah di terima masyarakat.
• Unsur kebudayaan asing yang menyangkut sistem kepercayaan sulit diterima masyarakat.
 • Perubahan kebudayaan menimbulkan akibat positif dan negatif.
1.    Akibat positif sosial budaya antara lain, perubahan tata nilai dan sikap, ilmu pengetahuan dan teknologi serta tingkat kehidupan yang lebih baik.
2.    Akibat negatif perubahan sosial budaya, antara lain sikap individualistik, hidup konsumtif, gaya hidup kebarat-baratan, dan munculnya kesenjangan sosial.
3.    Kita harus bersikap tegas menolak unsur kebudayaan barat yang negatif.
perlu diketahui bahwa perubahan sosial budaya karena globalisasi itu tidak selamanya buruk dan tidak selamanya baik. Kita harus dapat membentangi diri dengan iman dan ilmu pengetahuan agar dapat mengambil pengaruh baik dari perubahan sosial budaya itu.














4.DAFTAR FUSTAKA


http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:NkRaf7zVn_EJ:wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/masalah-sosial-budaya-2/+reformasi+dan+7+unsur+kebudayaan&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a