Rabu, 15 Desember 2010

Aturan tentang penulisan Tugas Makalah, Paper, Dll


Aturan tentang penulisan Tugas Makalah, Paper, Dll
1.       Bahan dan ukuran
Bahan dan ukuran mencakup naskah, sampul, warna sampul, tulisan pada sampul, dan ukuran
Ø  Naskah dibuat di atas kertas HVS 80/70 gram dan tidak bolak balik
Ø  Sampul (halaman depan); dibuat atas kertas karton sampul/yang sejenis atau plastik mika.
Ø  Warna sampul hijau muda/hijau terang.
Ø  Ukuran naskah ; 21 cmx 28cm

2.       Pengetikan
Ø   Naskah diketik dengan jenis huruf Time New Roman, dengan fontasi 12, Book Antiqua fontasi 11, atau Arial dengan fontasi 11
Ø  Jenis huruf  atau simbol serta tanda baca yang tidak dapat diketik, ditulis dengan rapi
Ø  Jarak baris dibuat 2 baris (2 spasi). Keterangan di cover, kutipan langsung, daftar pustaka, keterangan gambar, dan dafrtar isi dibuat 1 baris (1 spasi)
Ø  Batas pengetikan
-          Tepi atas 4 cm
-          Tepi bawah 3 cm
-          Tepi kiri 4 cm
-          Tepi kanan 3 cm
Ø  Ruangan dalam naskah harus diisi penuh, tidak boleh ada tanda hubung
        ( - ) setiap suku kata
Ø   Ketikan baru (paragraf baru) dimulai dari ketikan (ketuk) ke – 6 dari batas tepi kiri
Ø  Judul: ditulis dengan huruf besar (kapital), diatur simetris, 4 cm dari tepi atas
Ø  Sub judul ditulis dengan semua kata dimulai huruf besar
Ø  Anak sub judul, hanya huruf awal yang ditulis dengan huruf besar
Ø  Gambar, tabel (daftar), foto ditulis dan ditempatkan secara simetris di tengah-tengah kertas

3.       Penomoran
Ø  Halaman; bagian awal mulai dari kata pengantar, daftar isi, sampai ke daftar gambar/tabel diberi nomor angka romawi kecil, (contoh: i, ii, iii, iv dst…)
Ø  Mulai halaman Bab I sampai terakhir diberi angka Latin: 1, 2, 3, dst
Ø  Nomor halaman ditempatkan di sebelah kanan bawah
Ø  Nomor halaman di ketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 dari tepi bawah.

4.       Grafik, tabel (daftar), ilustrasi, peta, foto di tulis dengan foto
Semua gambar, serta foto dibuat penjelasan singkat di bagian bawah, didahului oleh gambar; peta, dll…. foto; ……, lalu baru penjelasan di bagian bawahnya.
Semua gambar dan foto diatur secara rapi simetris

5.       Ukuran foto 3 R, maksimal 10 cm x 10 cm


6.       Sistem penomoran harus konsisten: Pakai sistem Eropa (bagian sebelah kiri)
A.--------------------------    I.--------------------------------
  1.------------------------        1.-----------------------------
                a.---------------------            1.1.-----------------------
                     1).-----------------                   1.1.1.----------------
                     a).-------------                              1.1.1.1------- 
                                   dst.---------                                         dst.----


7.       Bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia baku. Dalam satu kalimat harus ada subyek, predikat, obyek keterangan.

8.       Istilah yang dipakai adalah istilah Indonesia atau yang sudah diindonesiakan, jika harus memakai istilah asing atau bahasa/istilah daerah maka ketik miring (italic)


9.       Catatan/keterangan sumber yang digunakan adalah catatan perut ( nama, tahun : Hal)



Penjelasan tentang:

  1. Kata Pengantar.  Berisi uraian singkat berkaitan dengan maksud dan tujuan penulisan makalah, penjelasan-penjelasan, ucapan terimakasih, serta menyatakan kerendahan hati peneliti bahwa penulisan ini belum sempurna sehingga terbuka untuk dikritik dan diberi saran. Dalam halaman ini penulis tidak perlu menyampaikan uaraian atau penjelasan yang bersifat ilmiah, atau ungkapan yang bersifat sentimental/romantik.
  2.  
Latar Belakang memuat penjelasan mengenai objek/masalah yang ditulis, hal-hal dipandang menarik terkait permasalahan tersebut.

  1. Kutipan. Adalah bagaimana cara menuliskan tulisan, foto, gambar,tabel orang lain ke dalam tulisan kita dalam hal ini yang dipergunakan adalah cara mengutip catatan yang terdapat dalam alinea  tulisan (catatan perut) dengan menyebutkan sumber dari mana  tulisan tersebut diambil dengan menuliskan nama, tahun, halaman pada bagian akhir kutipan. Contoh, (nama, tahun : halaman). Apabila yang dikutip dari hasil wawancara maka penulisan dengan mencantumkan nama, tempat dan tanggal. Contoh, (nama, “wawancara” , tempat, tanggal). Jika foto dan tabel yang bersumber dari orang lain maka dituliskan foto, judul foto, orang yang memotret dan tahun pemotretan .Contoh.                 

Foto 1
Judul foto
(Orang mengambil foto, tahun)

  1. Daftar Pustaka. Berisi identitas atau data sumber tertulis yang berupa buku, ensiklopedi, jurnal dan sumber-sumber acuan lain termasuk surat elektronik (e-mail) dan data tertulis vis internet yang digunakan dalam pembuatan makalah yang disebutkan dalam bagian utama. Oleh karenanya sumber-sumber yang tidak disebutkan dalam bagian isi/utama, tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. Menuliskan nama pengarang, tahun penerbitan dalam dua kurung, judul buku/makalah/tulisan dicetak miring, tempat penerbitan dan nama perusahaan yang menerbitkan. Contoh, Haris. (2005). Buku Pedoman Skripsi. Padangpanjang : STSI Padangpanjang.

  1. Daftar Lampiran. Adalah hal yang perlu untuk mendukung laporan penelitian dan tidak termasuk ke dalam tulisan inti seperti data informan, surat izin penelitian, peta, data wawancara, kuesioner, dll.


Lampiran

Contoh format:






























                                      4 cm
format…










    4cm                                                                    3 cm












                                     3 cm





        
 

Text Box:                                                                                                          
                                                                                                               
                                 Makalah ... 14

judul…..KAPITAL…    20

                         
                            Lambang (logo) STSI (6x6cm)



Oleh 14
Nama; 16
NIM;14


Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah ............... :12-14
Pembimbing: 12
............ : 14
........... : 14



SEKOLAH TINGGI SENI INDONESIA: 20
PADANGPANJANG: 20
Tahun: 20
 




























BAHASA DAN TEKNIK PENULISAN
1. Pemakaian Bahasa dan Bentuk Kalimat
                Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia baku dan benar yang lazim dipergunakan untuk penulisan ilmiah. Tata cara penulisan mengikuti aturan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). Bahasa untuk karya tulis ilmiah harus jelas, ringkas-padat, dan komunikatif.
                Jelas, antara lain bahwa kalimat bahasa Indonesia baku setidaknya memiliki subjek dan predikat, dan lebih lengkap lagi ditambah objek dan keterangan. Jelas juga berarti lugas, dalam arti tidak menimbulkan tafsir ganda. Selain itu, tulisan yang baik sedapat mungkin menggunakan kalimat pernyataan dan kalimat aktif.
                Ringkas padat, dimaksudkan bahwa tulisan menggunakan kalimat yang efisien dan efektif, yaitu hemat kata dan memiliki isi atau informasi yang jelas; contoh: dalam bahasa tulis penegasan atau penekanan arti sesuatu hal atau istilah cukup dinyatakan dengan huruf tebal (bold), bergaris bawah (underlined), atau huruf miring (italic).
                Komunikatif berarti isi atau informasi dalam tulisan mudah ditangkap dan dimengerti oleh pembaca. Hal ini dimungkinkan apabila tulisan disajikan secara logis dan sistematik, dalam arti antara lain ada hubungan logis antara kalimat dan alinea, antar alinea dalam satu bagian atau bab, serta adanya urutan, keteraturan, dan kesalingterkaitan yang padu.
                Sebutan bagi pengarang/penyusun makalah adalah penulis. Tidak dibenarkan menampilkan orang pertama dan kedua, seperti aku, kami, kita, dan engkau.

1. Istilah
a.     Gunakanlah istilah Indonesia baku atau yang sudah diindonesiakan
b.     Apabila menggunakan istilah asing atau bukan bahasa Indonesia, harus ditulis miring dan ditambahkan terjemahan bahasa Indonesia di belakangnya, seperti sophisticated (b. Ingrris), rumit, canggih; ladiang (b. Minang), parang, golok, dll
c.     Istilah-istilah baru yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia harus konsisten penggunaannya. Dalam penggunaan pertama kali perlu diberikan padanannya dalam bahasa asing (dalam kurung); contoh: “sangkil” (sophisticated), “barik” atau tekstur (texture). Apabila banyak menggunakan kata dalam bahasa asing dan daerah, sebaiknya dibuatkan daftar istilah atau glosari (glossary)

3. Kesalahan yang sering terjadi
a.     Pemakaian awalan ke dan di (contoh: ketakutan dan diatasi) harus dibedakan dengan kata depan ke dan di, contoh: ke kanan, di atas, di sana, di antara.
b.     Jangan memulai suatu kalimat dengan kata-kata penghubung, seperti: dan, sedangkan, sehingga, dan untuk.
c.     penggunaan tanda baca yang kurang tepat. Contoh: judul atau sub judul diakhiri titik, tidak dapat membedakan antara penggunaan koma dan titik, dsb.
d.     tidak bisa membedakan kata-kata tak baku dan kata baku, misalnya:
Tak baku
Baku
Analisa
Audio visual
Estetis
Foto copy
Hakekat
Hipotesa
Jadual
Analisis
Audiovisual
Estetik
Fotocopi
Hakikat
Hipotesis
Jadwal
Tak baku
Baku
Jaman
Kreatip
Motifasi
Obyek
Praktek
Prosentase
Teoritis
Zaman
Kreatif
Motivasi
Objek
Praktik
Persentase
Teoritik 



Pengetikan
1. Bahan, Ukuran, dan Sampul
a. Kertas dan Ukuran. Naskah/teks diketik dengan tinta hitam di atas kertas HVS A4 warna putih 80/70 mg, satu muka atau bolak-balik.
b. sampul.
c.
2. Batas Tepi Pengetikan dan Alinia Baru
a.     Batas-batas tepi pengetikan (margins) untuk naskah/teks jaraknya dihitung dari tepi kertas ditetapkan sebagai berikut:

1 komentar: