Kamis, 13 Januari 2011

PERAN SENI RUPA DALAM PERTUNJUKAN TEATER

PERAN SENI RUPA DALAM PERTUNJUKAN TEATER
Oleh: Ansar Salihin
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk yang mengenal keindahan (animal a esthetikum). Manusia dalam usaha menuju ke arah penyempurnaan hidupnya memiliki dorongan dan keiinginan untuk memperbaikai diri. jadi manusia dalam Kesenian merupakan salah satu unsur dari kebudayaan manusia, setiap manusia memiliki nilai seni dalam dirinya. Hal ini terungkap dalam nilai seni atau keindahan tersebut manusia berekpresi menghasilkan karya-karya seni yang didalamnya terdapat nilai-nilai estetika.
Seni adalah sesuatu yang bersifat indah atau keindahan, baik itu berupa bentuk, suara atau vokal, gerak maupun pengabungan antara ketiganya yang masuk dan melekat nilai keindahanya didalam diri manusia. Pada dasarnya seni di bentuk oleh tiga elemen utama, yaitu: suara atau vokal yang erat hubunganya dengan seni musik dan seni vokal, kemudian gerak yang erat hubungannya dengan seni tari dan sejenisnya, kemudian bentuk yang berhubungan langsung dengan seni rupa.
Perkembangan seni, dari ketiga ini digabungkan antara gerak, suara dan bentuk terbentuklah seni teater, penggabungan keempatnya yang dibantu oleh peralatan lain terbentuklah seni perfilman dan perkembangan seni lainya. Sehingga para seniman-seniman membagi seni itu kepada dua kelompok yaitu seni seni rupa dan seni pertunjukan. Seni rupa dibagi kedalam tiga bagian yaitu Seni Kriya, Seni Murni, dan Desain. Sedangkan seni pertunjukan dibagi kedalam tiga kelompok juga yaitu Seni Tari, Seni Teater, dan Seni Musik.
Antara seni rupa dengan seni pertunjukan selalu berhubungan, berkaitan dan saling mendukung antara satu dengan cabang seni lainya. Sehingga setiap seniman harus mengusai setiap cabang seni itu walaupun tidak sepenuhnya. Misalnya seniman lukis harus mengerti tentang teater untuk mengambil ide dalam karyanya begitu juga dengan seniman pertunjukan harus mengetahui tentang seni rupa untuk menata artistiknya. Karena penataan artistik dalam pertunjukan sangat erat hubungannya dengan unsur seni rupa.
Seni rupa adalah salah satu cabang dari seni yang mempunyai bentuk dan rupa baik dua dimensi, tiga dimensi, maupun empat dimensi yang dapat dilihat dan diraba, dan di dalamnya memiliki nilai estetika. Seni rupa sudah lahir sejak adanya manusia dipermukaan bumi ini dan manusia sudah mengenal seni rupa sejak manusia sudah mempunyai kemampuan untuk melihat. Kemampuan manusia untuk melihat adalah bagian dari seni rupa.
Karya seni yang di ciptakan oleh manusia ada yang berbentuk realis dan ada yang berbentuk surealis. Bentuk realis adalah karya seni yang dibuat berdasarkan bentuk aslinya dengan kata lain karya seni yang meniru alam dan hasil karya persis seperti alam. Contohnya seperti karya seni lukisan alam yang sesuai dengan bentuk aslinya. Kemudian bentuk surealis yaitu bentuk karya seni yang dibuat diatas kenyataan atau sebagai simbolis dari suatu banda maupun suatu kejadian. Bahkan hasil dari karyanya membentuk suatu rupa atau benda yang tidak mungkin ataupun yang tidak ada pada kenyataanya. Seperti karya seni lukisan binatang berkepala manusia.
Semua unsur seni rupa diatas sangat berperan dalam seni pertunjukan. Terutama dalam penataaan artistik seperti warna lampu, garis pada peñata rias, tekstur dalam alat pendukung pertunjukan baik itu tekstur semi maupun tekstur bentuk. serta bentuk dan ruang dari pertunjukan. Kemudian penataan panggung dan sudut pandang serta pusat perhatian para penonton terhadap pertunjukan yang ditampilkan.
Teater adalah salah satu cabang seni yang karyanya dipertunjukan dan diperlihatkan kepada kepada orang lain yang didalamya terdapat suatu gerakan, suara, dan bentuk. Teater nilai keindahanya hanya dapat dinikmati waktu pertunjukan saja, setelah selesai pertunjukan kita hanya dapat mengambil pesan dan kesanya saja karena seni teater adalah seni yang dipertunjukan yang tidak mempunyai wujud benda dan cara menikmatinya dengan melihat dan mendengarkan pertujukanya.
Komponen ataupun unsur yang terpenting dalam pertujukan teater adalah Sutradara, Aktor, dan Artistik. Sutradara dalam teater adalah orang yang mengatur prose dalam pertunjukan teater, yang harus dikuasai oleh sutradara adalah naskah pertunjukan, aktor, dan artistik. Aktor adalah orang yang melakukan laku dalam pertujukan dan harus menguasai naskah, naskah, panggung dan artistik. Kemudian Artistik adalah rasa akan keindahan yang mendukung pertunjukan. Penataan artistik adalah penataan atau susunan sesuatu dalam pertujukan agar lebih indah dan menarik.
Antara satu seni dengan seni lainnya saling berkaitan, sehingga para seniman harus menguasai setiap cabang seni tersebut walaupun tidak sepenuhnya. Seni merupakan suatu latihan atau pengolahan didalam diri manusia, yang di latih adalah kepekaan terhadap lingkungan disekeliling kita. Kepekaan yang berhubungan dengan rasa, olah diri terhadap lingkungan sekitar dalam kehidupan kita sehari-hari, ini merupakan bagian dari seni teater. Sedangkan kepekaan yang berhubungan dengan bentuk, rupa, dan sebagainya terhadap lingkungan alam dan sekitarnya di dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari seni rupa.
Antara seni rupa dengan seni teater selalu berhubungan, berkaitan dan saling mendukung antara satu dengan cabang seni lainya. Semua unsur seni rupa sangat berperan dalam dalam seni pertunjukan. Terutama dalam penataaan artistik seperti panataan cahaya atau warna lampu, warna tata busana dan waran pada make up, garis pada peñata rias, tekstur dalam alat pendukung pertunjukan baik itu tekstur semi maupun tekstur bentuk. serta bentuk dan ruang dari pertunjukan. Kemudian penataan panggung dan sudut pandang serta pusat perhatian para penonton terhadap pertunjukan yang ditampilkan.
Seni merupakan suatu latihan atau pengolahan didalam diri manusia, yang di latih adalah kepekaan terhadap lingkungan di sekitar kita. Kepekaan yang berhubungan dengan rasa merupakan bagian dari seni teater. Sedangkan kepekaan yang berhubungan dengan bentuk, dan rupa merupakan bagian dari seni rupa. Disni nampak jelas bahwa antara seni rupa dan seni teater adalah sama-sama melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitar di dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis adalah mahasiswa jurusan Seni Kriya Institut Seni Indonesia Padangpanjang dan penggiat seni di Komunitas Seni Kuflet Padangpanajng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar