Selasa, 06 Desember 2011

PERUBAHAN SOSIAL


 Oleh: Ansar Salihin


Mahasiswa Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Jurusan Seni Kriya.


A.    PENGERTIAN

Sosial dapat berarti kemasyarakatan. Sosial adalah keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain. Kehadiran itu bisa nyata dilihat dan dirasakan, namun bisa juga dalam bentuk imajinasi. Setiap orang bertemu orang dengan lain meskipun hanya melihat atau mendengarnya saja, itu termasuk situasi sosial.
Perubahan sosial adalah proses sosial yang dialami masyarakat serta semua unsur-unsur  budaya dan sistem- sistem  sosial. Perubahan sosial terjadi ketika ada kesediaan anggota masyarakat  untuk meninggalkan unsur budaya dan sistem sosial lama dan mulai beralih menggunakan unsur-unsur  budaya dan sistem sosial baru. Perubahan sosial dipandang sebagai konsep yang serba mencakup seluruh kehidupan masyarakat baik pada tingkat individu, kelompok, masyarakat, Negara, dan dunia yang mengalami perubahan.
Menurut selo soemarjan, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola perilaku diantara kelompok dalam masyarakat.
Willbert Moore memandang perubhan sosial sebagai “ perubahan stuktur masyarakat, pola prilaku dan intraksi sosial” setiap perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat ataau perubahan dalam organisasi sosial disebut perubahan sosial. Perubahan yang terjadi di dalam masyarakat ada beberapa aspek, antara lain:

1.      Pola Pikir Masyarakat
Menyangkut persoalan sikap masyarakat terhadap berbagai persoalan  sosial dan budaya sekitarnya. Yang berakibat terhadap pemerataan poal-pola pikir  baru yang dianut oleh anggota masyarakat sebagai sebuah sikap yang modern.

2.      Perubahan Perilaku Masyarakat
Menyangkut persoalan perubahan sistem sosial, masyarakat meninggalakan sistem sosial lama dan menjalankan sistem sosial baru, seperti perubahan perilaku pengukuran kinerja suatu lembaga atau instansi.


3.      Perubahan Budaya Materi
Menyangkut perubahan artepak budaya yang digunakan oleh masyarakat seperti model pakaian, karya film, karya fotografi, dan sebagainya yang terus berubah dari waktu ke waktu menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

B.     BENTUK PERUBAHAN SOSIAL

1. Berdasarkan Proses Berlangsungnya
Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi.

a.       Perubahan Evolusi
Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu. Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.

b. Perubahan Revolusi
Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan. Revolusi sering kali diawali adanya ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat.



2. Berdasarkan Ruang Lingkupnya

Perubahan sosial dibagi menjadi dua, yaitu perubahan sosial yang berpengaruh besar dan perubahan sosial yang berpengaruh kecil.

a.       Perubahan Berpengaruh Besar
Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat. Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi. Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian.

b.      Perubahan Berpengaruh Kecil
Merupakan perubahan yang terjadi pada struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contoh, perubahan mode pakaian dan mode rambut. Perubahan-perubahan tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan.

3.      Teori Bentuk Perubahan sosial

a.       Teori Sebab Akibat(Causation Problem)
Ø  Analisis dialektis
Perubahan sosial yang menelaah syarat-syarat dan keadaan yang mengakibat-kan terjadinya perubahan dalam suatu sistem masyarakat
Ø  Teori tunggal mengenai perubahan sosial
Pola kebudayaan dengan menunjukan kepada satu faktor penyebab.

b.      Teori proses atau arah perubahan
Ø  Teori evolusi unilinier (garis lurus tunggal) perkembangan masyarakat sesuai dengan tahapan tertentu.
Ø  Teori multilinier (menyatakan suatu meteologi didasarkan pada susatu asumsi didapatkan gejala keterturan yang nyata dan signifikan)


C.    FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL

Faktor Intern antara lain:

·         Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
·         Adanya Penemuan Baru:
  1. Discovery: penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada
  2. Invention : penyempurnaan penemuan baru
  3. Innovation /Inovasi: pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat
·         Konflik yang terjadi dalam masyarakat
·         Pemberontakan atau revolusi

Faktor ekstern antara lain:

1.      Perubahan alam
2.      Peperangan
3.      Pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi)
Menurut Soerjono Soekanto faktor pendorong perubahan sosial adalah:
1.      sikap menghargai hasil karya orang lain
2.      keinginan untuk maju
3.      sistem pendidikan yang maju
4.      toleransi terhadap perubahan
5.      system pelapisan yang terbuka
6.      penduduk yang heterogen
7.      ketidak puasan masyarakat terhadap bidang kehidupan tertentu
8.      orientasi ke masa depan
9.      sikap mudah menerima hal baru.

D.    TAHAPAN PERUBAHAN SOSIAL

Secara umum tahapan transisi sosiologis perubahan sosial dapat di skemakan sebagai berikut

Postmodern
        Modern
    Transisi
                            Tradisional
Agrokultural
Premitif

Masyarakat memulai kehidupan pada suatu fase yang disebut primitif dimana manusia hidup secara terisolir dan berpindah-pindah disesuikan dengan lingkungan, kemudian dilanjukan dengan fase agrokulture, ketika lingkungan alam mulai tidak lagi mampu memberi dukungan terhadap manusia, termasuk juga karma populasi manusia mulai banyak, maka pilihan hidunya adalah bercocok tanam.

Fase tardisional dijalani oleh masyarakat dengan hidup secara menetap di suatu tempat yang dianggap strategis untuk penyediaan berbagai kebutuhan hidup masyarakat banyak. Kemudian pada fase transisi kehidupan desa sudah sangat maju. Isolusi kehidupan hampir tidak ditemukan lagi dalam skala luas. Kemudian dilanjuktan pada fase modern yang ditandai dengan peningkatan kualiatas perubahan sosial yang lebih jelas meninggalkan fase transisi. Kemudian fase yang terakhir adalah fase pastmodern adalah sebuah fase perkembangan masyarakat yang pertama-tama dikenal di Amerika Serikat pada akhir tahun 1980. sedangkan di Indonesia ciri masyarakat postmodern dideteksi ada sejak tahun 1990.



DAFTAR PUSTAKA

Bungin M burhan,  2008 “ Sosiologi Komunikasi” Jakarta: kencan prenada media group.
Mansyur, Muhammad choli, “Sosiologi Masyarakata Desa dan Kota” Surabaya: usaha nasional
M. setiadi ellly Dra, M.Sn, dkk 2008 “ ilmu sosial dan budaya dasar” Jakarta :  kencan prenada media group.
Norwoko, J. Dwi, 2006 “Sosiologi Teksk Pengantar Dan Terapan” Jakarta: kencan prenada media group.




                         



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar